Operator Hotel, Menjaga Bisnis dan Asset Hotel Anda Tetap Baik

operator hotel

Dalam sebuah kunjungan singkat ke Kota Pekanbaru pada awal Januari 2016 ini, team kami sengaja memilih menginap di sebuah hotel independent berbintang 3 yang tidak di kelola oleh operator hotel manapun. Secara lokasi hotel ini cukup strategis karena berada di pusat keramaian Kota Pekanbaru. Apabila dilihat dari tampilan luar hotel ini cukup menarik.,yuuk kita teliti di dalamnya seperti apa…

1. Proses Check in 15 menit

Kami datang secara walk in sekitar pukul 18.00 dan kebetulan saat itu hotel sangat sepi, kok sepi ya.? seorang receptionist pria dengan menggunakan seragam berdasi (tanpa jas) menyambut kami dan menyatakan bahwa masih tersedia kamar type deluxe dan kami sepakat untuk mengambil kamar tersebut. Dalam pandangan kami receptionist tersebut tidak cukup professional untuk memproses registrasi hingga tuntas karena dibutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menyelesaikannya. hal ini tentu tidak akan terjadi jika hotel anda dikelola oleh operator.

2. Area Counter Front Office Berantakan

Area Lobby dan  front office sebagai area yang paling pertama dilihat oleh tamu dapat mencitrakan hotel ini secara keseluruhan. Area front office pada hotel tempat kami menginap ini banyak sekali bertebaran barang-barang pribadi milik karyawan hotel seperti helm, tas, jaket bahkan makanan yang belum habis. Sungguh suatu pemandangan yang tidak akan anda temukan di hotel jaringan atau hotel yang dikelola operator hotel.

3. Standing Astray, Lift & Koridor Sangat Kotor……

Baik standing astray yang diletakan di depan lift, kondisi di dalam lift serta koridor kamar tamu semuanya terkesan tidak pernah dibersihkan dan sangat kotor sejak kami check in sampai dengan kami sarapan pagi pada esok harinya. 3 potong  kertas sampah yang sejak pertama kali check in hingga pagi hari pukul 9 kami sarapan pagi di restoran, 3 potong kertas tersebut masih ada di dalam lift, begitu juga dengan kondisi standing astray blm dibersihkan sejak kemarin. Apakah hotel ini tidak memiliki Executive Housekeeper atau minimal supervisor yang berkeliling mengontrol kebersihan area hotel??

4. AC Kamar Dingin, selebihnya Sangat Kacau!

Begitu kami masuk kamar untuk pertama kali, AC dalam kondisi menyala sehingga begitu masuk terasa dingin. Wah hal ini membuat tamu akan merasa nyaman karena tidak perlu menunggu waktu untuk mendinginkan ruangan kamar.  Namun kami penasaran dengan kamar mandinya apakah bersih atau sebaliknya. Ketika kami memeriksa kamar mandi, semuanya sangat mengesankan “Yang Penting ada Kamar Mandi”. Baik wastafel, closed, area shower, shower curtain dll semuanya serba kotor dan berwarna kecoklatan tanda tidak pernah dibersihkan secara maksimal. Area lain di dalam kamar serba tidak terawat kebersihannya, sampai ketika kami membuka black out curtain ternyata berwarna kehitam-hitaman oleh debu yang menempel dalam waktu lama dan tidak dibersihkan. Kami kembali bertanya dalam hati apakah hotel ini tidak memiliki Executive Housekeeper?  Kondisi kamar seperti itu tentu tidak akan terjadi pada hotel yang pengelolaannya diserahkan kepada operator hotel karena akan terus dilakukan pengawasan dari pusat maupun oleh mystery guest

5. Malam Hari Karyawan Bergerombol di Lobby Resto dengan Suara Musik yang Keras

Adanya suara musik dengan suara yang keras di lobby untuk hotel entertainment tentu bukan suatu masalah, namun hotel tersebut bukanlah hotel entertainment namun hotel bisnis. Meskipun waktu itu sudah menunjukan pukul 00.00, namun tingkah laku para karyawan dengan bergerombol di lobby resto, menggelapkan lampu utama lobby serta mengeraskan suara musik mengesankan sikap tidak professional dari para karyawan tersebut. semua terkesan masa bodo dan tidak peduli dengan penilaian para tamu. Hal ini tentu sangat disayangkan karena dapat memberikan citra buruk bagi hotel tersebut, bagi pemilik hotel tersebut atau bagi Manajemen hotel tersebut.

Kami datang sebagai tamu biasa dan tidak secara khusus melakukan inspeksi terhadap berbagai hal di hotel tersebut,  yang kami kemukakan diatas adalah murni apa yang kami lihat secara sambil lalu. Bagaimana jika kami betul-betul melakukan inspeksi terhadap semua aspek produk dan pelayanan dari hotel tersebut?dalam pandangan kami, hotel ini seolah tidak memiliki pengarahan dan pengawasan dari atas seperti Pemilik, Manager Hotel maupun Department Head. Apabila hal ini terus berlanjut maka tentu tidak baik untuk bisnis hotel tersebut karena tidak terawatnya asset hotel akan menimbulkan kekecewaan bagi para tamu dan mereka tidak akan kembali lagi ke hotel anda sehingga secara  jangka panjang bisnisnya akan tidak baik.

Salah satu fungsi adanya operator hotel adalah adanya arahan dan pengawasan terhadap kualitas produk dan pelayanan hotel sehingga pada umumnya hotel-hotel yang dikelola oleh operator tertentu selalu terjaga kebersihannya, terjaga sikap professionalisme karyawannya, terawat assetnya serta terjaga bisnisnya. Terlebih ditengah kompetisi hotel yang semakin ketat, maka kualitas produk dan pelayanan menjadi hal paling utama yang harus diperhatikan oleh pemilik hotel maupun Manager Hotel.

 

Sekian & terima kasih.

 

Salam,

Rohayadi Supriyatno
081213643814

 

Bisnis Hotel Tidaklah Mudah

interior kamar hotelDunia internet adalah dunia tanpa batas. Di internet siapa saja dapat menulis apa saja dan menjanjikan apa saja bagi siapa saja. Bagi anda para calon pemilik hotel yang saat ini sedang berencana memulai bisnis hotel, sebaiknya anda banyak membaca artikel-artikel yang kami sajikan dalam blog kami ini. Kami menulis artikel dari tahun 2010 sampai sekarang di tahun 2016 kami masih aktif menulis disamping pekerjaan utama kami sebagi konsultan bisnis hotel di Indonesia. Kami menulis banyak hal yang kami ketahui tentang seluk beluk usaha hotel dari nol, semua berdasarkan pengalaman-pengalaman kami selama ini.

Memulai Usaha Hotel Tidak Mudah!
Ya! Sebagai konsultan hotel baik konsultan pendamping untuk proyek pembangunan hotel maupun pengelolaan hotel yang terus konsisten dengan bidang yang kami geluti ini, kami banyak sekali bertemu dengan para calon pemilik hotel serta pihak-pihak yang terkait dengan pembangunan hotel seperti konsultan perencana, Pemda, kontraktor, konsultan pengawas, perbankan, investor, asuransi, supplier bahkan terkadang LSM. Bahwa pada umumnya terdapat banyak sekali lika-liku pada saat memulai bisnis hotel dan akan terasa berat bagi pemula, terlebih lagi jika dengan anggaran terbatas. Semua terkadang terlihat dan terkesan mudah jika dibayangkan dan dituangkan keatas kertas, namun menjadi tidak mudah pada saat diimplementasikan.

Mengapa kami menyampaikan hal ini?yang mungkin membuat anda calon pemilik hotel menjadi demotivasi setelah membaca judul artikel kami diatas? Jawaban kami adalah bahwa kami tidak ingin memberikan informasi yang keliru serta terkesan memberikan harapan-harapan semu yang dapat menjerumuskan siapa saja yang akan menggeluti bisnis ini. Berikut ini adalah informasi serta tips yang dapat kami share agar anda jangan salah langkah dalam memulai usaha hotel atau dalam memilih mitra kerjasama;
1. Membangun hotel membutuhkan komitment tinggi dari calon pemilik
2. Membangun hotel membutuhkan biaya besar
3. Bisnis hotel adalah bisnis dengan pengembalian investasi yang lama
4. Mencari investor hotel tidaklah mudah, terlebih lagi investor pribadi
5. Operator hotel bukanlah investor, mereka hanya mengelola dan tidak berinvestasi
6. Pada umumnya orang membangun hotel dengan dana sendiri atau perbankan
7. Perbankan hanya akan mendanai pembangunan hotel apabila calon pemilik memiliki sumber pendapatan lain selain hotel.
8. Jika anda berencan untuk mencari investor, sebaiknya sudah siap dengan gambar arsitektur hotel, IMB atau minimal izin prinsip, Studi Kelayakan serta Proposal atau Business Plan. Anda juga harus siap melalui proses yang panjang dan lama untuk bertemu dengan investor yang terkadang akan membuat anda patah semangat.
9. Sangat sulit untuk memulai usaha hotel jika hanya bermodalkan asset tanah saja, kecuali bekerjasama dengan pihak yang sudah saling kenal
10. Jika anda menggunakan dana dari investor atau perbankan, sebaiknya anda menggunakan jasa operator hotel yang sudah sangat berpengalaman, memiliki reputasi baik dan memiliki jaringan luas karena baik investor maupun perbankan menginginkan dananya dikelola secara professional dan aman meskipun itu belum merupakan sebuah jaminan.

Demikian sekilas yang dapat kami sampaikan, kami menghimbau agar anda calon pemilik usaha hotel untuk lebih banyak menggali informasi sebelum memutuskan untuk terjun ke bisnis ini. Bisnis hotel adalah bisnis besar sehingga membutuhkan perencanaan secara detail dan matang. Lakukanlah kajian Feasibility Study terlebih dahulu agar dapat menjadi barometer tingkat kemungkinan kesuksesan atau ketidaksuksesan rencana usaha hotel anda ini.

Terima kasih.

Salam,
Rohayadi
081213643814

Mengakuisisi Sebuah Hotel

prospek bisnis hotel di Indonesia 2016

Berikut ini adalah tulisan pertama kami di tahun 2016 setelah selama 5 tahun kebelakang kami selalu menyajikan berbagai artikel tentang usaha hotel maupun pengelolaan hotel. Mudah-mudahan artikel-artikel kami tersebut bermanfaat bagi segenap masyarakat Indonesia.
Di penghujung tahun 2015, kami banyak menerima banyak permintaan dari beberapa investor hotel yang ingin membeli atau mengambil alih sebuah hotel yang sudah beroperasi untuk memberikan penilaian terhadap hotel yang akan dibeli tersebut. Penilaian yang kami lakukan adalah meliputi:
1. Nilai wajar dari asset hotel tersebut
2. Nilai bisnis dari hotel tersebut
3. Prospek usaha hotel tersebut dimasa yang akan datang
4. Legalitas usaha yang menyertai
Dalam melakukan penilaian, kami melakukan banyak kajian tentang berbagai aspek hotel tersebut baik ditinjau dari aspek lokasi, aspek pasar & persaingan usaha, aspek SDM, aspek manajemen, laporan keuangan, pajak-pajak, kontrak-kontrak dengan pihak lain, asuransi-asuransi, serta berbagai peluang maupun hambatan yang dapat mempengaruhi kesuksesan usaha hotel sehingga output laporan yang kami sampaikan sangat bermanfaat bagi para calon investor hotel sehingga mereka membeli hotel dengan nilai yang wajar serta investasi yang dilakukan tepat sasaran. Selain itu kami juga melakukan analisa tentang trend bisnis hotel dimasa yang akan datang sehingga dalam rekomendasi kami, kami menyampaikan apakah hotel yang akan dibeli tersebut  memiliki peluang untuk tetap diminati oleh konsumen atau harus dilakukan revitalisasi setelah diakuisisi.
Perlu diketahui bahwa ada beberapa alasan orang menjual hotelnya diantaranya:
1. Mencari keuntungan
2. Masalah keuangan
3. Adanya masalah internal seperti sengketa atar pemilik
Dari ketiga alasan diatas, pada umumnya alasan nomor 1 adalah yang paling dominan karena meskipun alasan yang sebenarnya adalah alasan nomor 2 atau nomor 3, namun tetap saja pemilik ingin menjual hotelnya secara untung dan bukan secara rugi.
Bagi anda calon pemilik hotel, kami sangat menyarankan agar jangan hanya menilai hotel tersebut dari segi asset saja seperti berapa harga tanah dan berapa harga bangunan beserta isinya karena pasti nilainya akan tinggi. Padahal yang lebih penting adalah nilai bisnis dari hotel tersebut karena tentu saja anda tidak menginginkan membeli hotel dengan nilai milyaran namun ternyata tidak menguntungkan bagi anda.
Sebagai konsultan bisnis hotel yang sudah berpengalaman sejak tahun 2010, kami memberikan jasa penilaian atas sebuah hotel yang sedang beroperasi dan akan dijual oleh pemiliknya. Kami melakukan penilaian secara independent dengan memegang teguh integritas kami untuk memberikan penilaian secara jujur dan wajar.

Salam,

Rohayadi
081213643814

Terjatuh Menjelang Garis Finish..

hotel training

Sebuah ulasan tentang professionalisme karyawan hotel….

Sebuah bisnis hotel yang memiliki lokasi strategis dengan konsep produk yang juga baik akan kalah dalam berkompetisi apabila tidak ditunjang dengan pengelolaan atau manajemen yang baik pula. Lalu bagaimana menciptakan manajemen hotel yang baik itu?
1. Ciptakan Standard Operating & Procedures
SOP hotel sangat banyak dan terbagi di tiap-tiap departemen seperti SOP di front office, housekeeping, FB dll. Anda Sebaiknya menggunakan SOP yang lajim digunakan di perhotelan karena pada umumnya tamu-tamu hotel sudah terbiasa dilayani dengan menggunakan SOP sehingga apabila pelayanan hotel anda melenceng dari SOP yang umum ada di hotel maka akan aneh dimata tamu. Salah satu SOP yang sangat simple di hotel adalah “greeting the guest” yaitu bagaimana staff hotel menyapa para tamunnya. Jangan sampai staff hotel anda memanggil tamu dengan sebutan “kaka” atau “mas” karena panggilan ini tidak lazim di hotel.
2. Training Secara Kontinyu
SOP harus ditrainingkan kepada para karyawan anda karena tamu akan sangat dengan mudah mengetahui apakah karyawan anda mendapatkan training atau tidak dari cara mereka berinteraksi dengan tamu. Training akan menjadikan karyawan anda terlihat professional yang akan serta merta memberikan citra positif bagi hotel anda. Training harus dilakukan secara rutin agar karyawan selalu ingat untuk selalu memberikan pelayanan yang baik bagi para tamu dan agar mereka merasa bahwa perusahaan juga memberikan perhatian akan arti pentingnya karyawan bagi kesuksesan usaha hotel.
3. Pengawasan Secara Intens
Pengawasan terhadap implementasi dari SOP yang sudah ditrainingkan juga sangat penting dilakukan. Sebagai contoh; seorang room supervisor yang mengecek kamar yang sudah dalam kondisi vacant clean namum masih mendapati beberapa dinding yang berdebu lembut menandakan bahwa room boy yang membersihkan kamar melewati salah satu prosedur membersihkan kamar yaitu ‘dusting’. Meskipun terkesan sepele, namun bagi tamu yang cukup kritis dan detail akan mengetahui bahwa kamar dibersihkan secara benar atau tidak. Jika seorang room supervisor tidak melakukan fungsi pengawasan secara benar maka yang bersangkutan juga harus mendapatkan training “Supervisory Skill Training”
4. Reward & Punishment
Manusia bukanlah robot, mereka memiliki perasaan yang kadang teramat halus. Karyawan akan sangat mudah termotivasi apabila mendapatkan perhatian dari atasannya, bisa dalam bentuk yang paling sederhana yaitu ucapan terima kasih. Karyawan juga sangat mudah terdemotivasi apabila hasil usahanya tidak mendapatkan apresiasi dari atasannya sehingga fungsi seorang Manager yang paling penting adalah pengelolaan SDM. Seorang Manager tidak akan ada artinya tanpa dukungan anak buah yang solid dan dapat bekerja secara produktif.
Selain Reward, punishment juga penting diberlakukan untuk memberikan teguran atau peringatan bagi karyawan yang tidak dapat berkinerja dengan baik seperti sering terlambat, bekerja kurang teliti dll. Jika punishment tidak diberlakukan maka karyawan anda akan tidak hormat kepada atasannya karena mereka akan berfikiran bahwa atasannya tidak berani menegur.
Fungsi dari Manager adalah memastikan bahwa semua karyawan sudah mendapatkan pelatihan tentang SOP dilingkungan kerja masing-masing dan bekerja berdasarkan SOP tersebut sehingga pelayanan oleh karyawan hotel akan seragam, baik oleh karyawan yang bekerja di shift pagi, siang maupun malam. Tanpa adanya SOP, training dan pengawasan yang intens maka dikhawatirkan tamu yang pada saat check in mendapatkan pelayanan yang baik dari shift sore namun kecewa dengan sikap dan pelayanan karyawan pada saat check out di hari berikutnya oleh karyawan yang berbeda yang menyebabkan tamu tersebut kecewa. Hal ini dapat dianalogikan seperti regu pelari estafet yang terjatuh menjelang garis finish.
Perlu diketahui oleh para pemilik usaha hotel, bahwa lokasi yang strategis dan produk yang berkualitas dengan harga yang sesuai akan menyebabkan tamu datang tanpa diundang.,namun pelayanan yang buruk oleh karyawan akan menyebabkan tamu yang datang tanpa diundang tersebut tidak akan pernah kembali lagi ke hotel anda.

 

Salam,
Rohayadi Supriyatno
081213643814

Mengelola Hotel di Saat Persaingan Sangat Ketat

“Jangan pernah takut dengan ketatnya persaingan, namun takutlah pada buruknya kwalitas produk hotel anda”

Analisa sederhana ini kami tujukan bagi siapa saja yang saat ini sedang giat mengelola usaha hotel, baik itu manager hotel maupun para pemilik hotel. Apabila ada yang menurut anda bermanfaat dari analisa kami ini, silahkan diimplementasikan ditempat anda. Jika anda sudah mengimplementasikannya secara konsisten, silahkan sedikit bersabar menunggu hasilnya.

Yuk.,kita mulai dengan contoh sederhana ini:

Apabila anda akan melakukan perjalanan ke kota lain dan harus menginap, tentu anda akan ‘browsing’ di internet mencari hotel yang:

  1. Sesuai dengan budget yang anda miliki
  2. Dekat dengan lokasi yang ingin anda tuju

Antara nomor 1 dan nomor 2 diatas bisa budget dahulu atau lokasi dahulu, tergantung mana yang menurut anda lebih urgent.

Pelajaran I

Dari beberapa kalimat diatas, hal yang dapat kita simpulkan adalah bahwa sebuah usaha hotel saat ini, mau tidak mau harus online & beredar di internet secara massive karena akan berpeluang untuk minimal dilihat oleh calon tamu.

Pelajaran II

Pada saat anda akan memutuskan untuk memilih sebuah hotel yang akan anda jadikan tempat menginap, kadang anda melihat dahulu review atau komentar dari para tamu-tamu sebelumnya. Review atau komentar ini ada yang baik dan banyak juga yang buruk “tergantung pengalaman mereka pada saat menginap”. Pelajaran yang dapat kita ambil adalah bahwa image hotel akan sangat dipengaruhi oleh pengalaman para tamu pada saat mereka menginap.

Pengalaman anda sebagai calon tamu baik pada saat melihat website hotel, melakukan reservasi, menelpon untuk meminta informasi, datang ke hotel untuk check in, masuk ke kamar, berinteraksi dengan karyawan hotel dll…,semua membentuk sebuah kesan atau persepsi tentang hotel anda..,this is what is called as momment of truth! inilah kesempatan hotel membuat kesan sebaik-baiknya bagi para tamunya.

Pelajaran III

Sebagai pengelola hotel, manager hotel atau pemilik hotel, sebaiknya mempergunakan semua kesempatan untuk memberikan kesan yang sangat baik bagi para tamu, baik itu kesan melalui media online maupun kesan pada saat tamu datang ke hotel. Never miss the chance as you will never get the second chance to give best first impression:)

Sebagai tamu hotel, anda tentu akan mereview semua yang anda lihat dan anda rasakan di hotel tempat anda menginap tersebut sampai anda menyimpulkan bahwa hotel tersebut really value for money. Jika kesimpulan yang anda dapatkan adalah really value for money atau kwalitas produk sesuai dengan harga, maka kesan tersebut adalah positif. Jika anda sudah check out dari hotel dan harus bercerita kepada orang lain, kira-kira apakah anda akan bicara hal buruk tentang hotel tersebut? Tentu tidak keculai yang berhubungan dengan lokasi dan aksesibilitas jika lokasi hotel tersebut kebetulan kurang strategis menurut anda.

Pelajaran IV

Pada umumnya tamu akan bercerita kepada orang-orang terdekatnya tentang pengalaman tamu tersebut menginap di sebuah hotel. Jika pengalamannya buruk, maka minimal mereka akan bercerita kepada 10 orang yang lain, tentu ini bukan hal yang baik bagi sebuah usaha hotel yang sangat membutuhkan image yang baik dimata konsumen.

Jika anda mengalami sebuah pengalaman yang buruk di hotel, kemungkinan yang anda lakukan ada 3 yaitu:

  1. Komplain ke manajemen hotel secara langsung,
  2. Komplain melalui media sosial.
  3. Anda diam saja

Jika anda sudah komplain secara langsung dan tanggapannya tidak memuaskan anda atau anda malah merasa tidak dihargai layaknya seorang konsumen, maka kemungkinannya adalah anda akan melakukan komplain secara terbuka melalui media sosial atau media online lainnya, jika sudah begini, maka masalah bagi hotel menjadi lebih rumit.

Pelajaran V

Jika ada tamu yang komplain di hotel tentang produk maupun pelayanan, sebaiknya segera ditanggapi oleh manajemen agar tamu tersebut merasa dihargai dan diberi solusi, jika tidak maka mereka akan komplain melalui media sosial dan media online lainnya yang akan berefek sangat buruk bagi hotel.

Pada era keterbukaan saat ini, dengan tingkat persaingan hotel yang cukup tinggi, maka sebaiknya para pengelola hotel lebih berfokus kepada peningkatan kwalitas produk dan pelayanan karena akan sangat menentukan kesuksesan usaha hotel dibandingkan dengan usaha pemasaran yang gigih namun kwalitas produk dan pelayanannya kurang baik.

Demikianlah analisa singkat yang dapat kami sampaikan, silahkan kunjungi kami pada kesempatan dan tulisan yang lain.

Terima kasih.

Salam,

Rohayadi Supriyatno

 

 

Lokasi Sangat Penting.,Tapi Konsep Hotel Jauh Lebih Penting!

konsep hotel

Salah satu faktor kesuksesan usaha hotel adalah faktor lokasi. Faktor lokasi ini memiliki banyak dimensi diantaranya kepadatan lalulintas, visibilitas, aksesibilitas serta kedekatan dengan berbagai lokasi-lokasi  vital di sebuah wilayah (kota,resort dll). Banyak para calon pengusaha hotel yang menilai bahwa lokasi yang mereka rencanakan sangat strategis karena berada dipinggir jalan raya dan atau perempatan jalan, padahal ukuran strategis sebuah lokasi hotel tidak ditentukan karena ia berada dipinggir jalan raya atau berada didekat perempatan jalan, dibutuhkan analisa yang lebih mendalam tentang nilai strategis atau tidaknya lokasi tersebut.

Sangat banyak contoh hotel-hotel dengan lokasi yang tidak berada di pinggir jalan raya dan jauh dari pusat keramaian, namun ternyata hotel-hotel tersebut sangat sukses dalam hal menarik para tamu sehingga hotel-hotel tersebut jauh lebih ramai dengan rata-rata occupancy dan average rate lebih tinggi daripada hotel-hotel yang secara kasat mata berada dipinggir jalan raya.  So what is the key for a successful hotel business..?? The answer is the right concept for a right location.

Bagi para pengembang perumahan atau developer yang terbiasa membangun perumahan dengan berbagai type dan ukuran serta fasilitas, tentu sudah cukup fasih untuk merencanakan sebuah konsep perumahan yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan daya beli pasar sehingga cukup sering beberapa pengembang sudah mampu menjual habis rumah yang mereka tawarkan yang kadang masih dalam bentuk gambar saja.

Analogi tentang pengembang perumahan tersebut dapat diaplikasikan kedalam bisnis hotel sehingga aspek perencanaan konsep hotel memegang peranan yang sangat penting untuk kesuksesan hotel nantinya. Sudah cukup sering kita mendengar ada hotel yang baru beroperasi 1 atau 2 tahun dijual oleh pemiliknya dengan berbagai alasan, dan sudah banyak contoh pengusaha-pengusaha property yang mecari keberuntungan jangka pendek dengan membangun hotel diatas sebidang tanah yang mereka beli dengan harga murah dan setelah hotel itu jadi mereka menjualnya dengan harapan mendapatkan untung yang besar dan cepat. Namun…, pada era keterbukaan sekarang ini.,tidak terlalu sulit untuk menilai harga sebuah hotel, dimana harga sebuah hotel yang sudah beroperasi lebih ditentukan oleh seberapa baik kinerja bisnis dan keuangannya dibandingkan hanya sekedar nilai fisik bangunan hotel tersebut sehingga apabila kinerja hotel tersebut buruk, maka harga hotel tersebut akan jauh dibawah nilai kewajaran atau akan sulit untuk dijual.

Analisa tentang kinerja sebuah hotel yang buruk dapat dikontribusi oleh aspek lokasi, fasilitas, harga, manajemen dll, namun apabila kita analisa lebih jauh lagi…,dan berdasarkan pengalaman kami membantu para investor yang akan mengambil alih sebuah hotel, pada umumnya hotel-hotel yang dijual memiliki kinerja bisnis yang kurang baik yang bersumber dari “Kesalahan Konsep & Manajemen”.

Kita pun lalu akan bertanya-tanya, konsep hotel yang seperti apa yang baik atau yang benar? dan manajemen yang seperti apa yang bagus.? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan diatas tergantung tujuan anda memiliki usaha hotel, apabila tujuannya murni untuk bisnis, maka anda cukup mempercayakan semuanya kepada operator hotel yang sudah berpengalaman, namun apabila anda masih dalam posisi mempertimbangkan berbagai hal seperti faktor biaya, untung rugi atau ingin mengelola sendiri, maka jawabannya adalan Feasibility Study.

 

Salam,

Rohayadi Supriyatno,
Sr.Hotel Consultant
081213643814

Implikasi Larangan PNS Meeting atau Rapat di Hotel

New Picture (6)

Sebuah catatan akhir pekan..!

Dalam setiap studi kelayakan usaha hotel yang kami buat, kami selalu memasukan “Aspek Resiko” sebagai aspek yang kami bahas didalamnya dimana resiko usaha hotel dapat diakibatkan oleh faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal relative dapat dikendalikan oleh pihak manajemen sedangkan faktor eksternal tidak dapat dikendalikan. Salah satu faktor resiko eksternal adalah terjadinya perubahan kebijakan pemerintah yang dapat berpengaruh terhadap bisnis hotel.

Salah satu isu hangat tentang larangan PNS mengadakan kegiatan di hotel merupakan wujud dari resiko eksternal yang sangat menohok para pelaku bisnis hotel di Indonesia. Hotel-hotel yang selama ini mengandalkan pasar dari kalangan pemerintahan sudah barang tentu akan sangat merasakan dampak negatif dari pemberlakuan peraturan pemerintah ini. Implikasi nyatanya adalah penurunan tingkat huni kamar dan tingkat huni ruang meeting yang akan secara langsung menurunkan pendapatan hotel. Jika pasar dari kalangan pemerintahan di suatu hotel memiliki porsi 40 % dari total pendapatan hotel, maka ini berarti hotel akan mengalami penurunan pendapatan hingga 40 %. WOW! Efek ini sangat dahsyat dirasakan oleh pemilik hotel yang implikasinya lebih luas diantaranya:
1. Penerimaan hotel menurun
2. Pendapatan para supplier hotel menurun
3. Pendapatan karyawan hotel dari uang service charge menurun
4. Daya beli karyawan hotel menurun
5. Akan ada kemungkinan pemutusan hubungan kerja karyawan terutama bagi hotel yang pasar utamanya adalah kalangan pemerintahan.
6. Persaingan hotel menjadi tidak sehat mengingat akan berebut pasar yang semakin sempit
7. Untuk hotel baru, payback period hotel akan menjadi lebih lama
8. Jika pemilik hotel menggunakan dana bank untuk pembangunan hotelnya maka pemilik akan mengalami kesulitan dalam pengembaliannya
9. Bank lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit kepada usaha hotel, implikasinya adalah penurunan penyaluran kredit kepada pembangunan hotel baru
10. Bisnis kondotel mungkin menjadi tidak menarik lagi, khususnya yang berlokasi bukan di destinasi wisata
11. Pertumbuhan hotel akan mengalami perlambatan yang secara langsung berpengaruh terhadap penurunan pendapatan industri yang berhubungan dengan pembangunan hotel baru
12. Jika PNS dilarang mengadakan kegiatan rapat di hotel, maka mereka akan jarang melakukan perjalanan ke luar kota, apakah maskapai penerbangan dan moda transportasi lain akan mengalami dampaknya..??
13. Bagaimana dengan para pedagang oleh-oleh khas daerah, cinderamata dll yang selama ini juga mendapatkan pengasilan dari para tamu-tamu hotel PNS ini..?
14. Dll..
Kalangan pelaku bisnis hotel yang paling merasakan dampak negatif dari pemberlakuan kebijakan pemerintah ini adalah para pelaku bisnis hotel di pusat kota besar dengan klasifikasi bintang 3 dan 4 karena pada hotel dengan klasifikasi inilah yang paling banyak digunakan oleh kalangan pemerintahan untuk penyelenggaraan meeting. Sedangkan hotel dengan klasifikasi bintang 5, 2 dan 1 tidak terlalu merasakan dampaknya karena pasarnnya yang berbeda dan tidak tergantung kepada pasar pemerintahan.
Jenis hotel lain yang tidak akan terlalu mengalami dampak negative dari pemberlakuan peraturan pemerintah ini adalah entertainment hotel, yaitu hotel yang mengkombinasikan antara fasilitas akomodasi dan fasilitas hiburan dimana daya tarik hotel adalah karena fasilitas entertaimentnya dan bukan ruang meeting yang akan segera kehilangan para tamu setianya.
Melihat begitu banyaknya implikasi negative yang akan timbul dari pemberlakuan larangan PNS mengadakan rapat di hotel, maka kami sepakat dan mendukung langkah PHRI yang meminta pemerintah untuk meninjau ulang peraturan ini.
Salam,
Rohayadi Supriyatno
Sr.Hotel Consultant