SDM..,SDM.., & SDM

Faktor SDM adalah faktor yang sangat vital dalam bisnis jasa seperti hotel. SDM dapat membuat sebuah bisnis hotel sangat maju atau sebaliknya. Banyak para pemilik hotel khususnya hotel-hotel skala kecil menengah yang tidak menggunakan jasa operator hotel mengalami masalah yang cukup serius dengan SDM. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi pada umumnya berkaitan dengan aspek profesionalisme seperti skill, knowledge & attitude.

  • Skill : Karyawan tidak cukup kompeten untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaannya sehingga output pekerjaan kurang baik.
  • Knowledge : Karyawan berpengetahuan terbatas khususnya yang berkaitan dengan perkembangan tekhnologi informasi yang sangat mempengaruhi usaha hotel
  • Attitude : Karyawan berperilaku kurang baik seperti malas, kurang jujur, tidak ada inisiatif,  tidak ramah, tidak cekatan, tidak helpful dll.

Dengan berbagai permasalahan yang ada tentang SDM tersebut, banyak pemilik hotel ragu untuk melakukan pengembangan usaha hotelnya misalnya menambah kamar, merenovasi interior, menambah fasilitas seperti restoran & ruang meeting dll.   Pertanyaan yang umum muncul adalah apabila hotel  secara produk fisik sudah baik, apakah SDM akan mampu mengemban tugas kedepan dengan baik karena untuk melakukan renovasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apakah investasi akan kembali atau akan terbuang sia-sia?

Timbulnya permasalahan-permasalahan SDM tersebut pada umumnya disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

  1. Kesalahan pada saat rekruitmen awal
  2. Tidak ada training secara kontinyu kepada para karyawan
  3. Pengawasan kurang intensive
  4. Manager hotel tidak memberikan arahan kepada karyawan dan kurang bertanggung jawab
  5. Manager tidak memiliki leadership dan pengalaman yang cukup
  6. Hotel tidak mempergunakan perusahaan jasa operator hotel

Bisnis hotel adalah bisnis jasa melayani tamu 24 jam sehari sehingga posisi SDM yang handal, professional, ramah, cekatan dan selalu siap melayani tamu akan memberikan pengaruh posistif bagi perkembangan usaha ini. Tanpa SDM yang handal, produk yang baik akan menjadi terlihat kurang baik karena kurangnya perawatan oleh karyawan sehingga tamu akan berkomentar.,” sayang sekali hotel bagus namun karyawannnya tidak professional”.

Untuk meningkatkan professionalisme karyawan dapat dilakukan dengan cara training secara kontinyu, pengarahan dan pengawasan secara intensif dimana hal tersebut dapat dilakukan dengan cara merekrut seorang manager hotel yang handal. Namun, mengingat manager hotel juga adalah manusia biasa yang membutuhkan bimbingan, arahan, motivasi, sosialisasi dll, maka penggunaan perusahaan jasa pengelola hotel akan memberikan output lebih baik karena manager hotel akan selalu berkompetisi dengan manager unit lain, diberikan target serta tantangan-tantangan untuk mencapai sebuah tujuan. Selain itu, dukungan dari kantor pusat dalam hal pemasaran hotel akan membuat hotel jauh lebih dikenal dengan metode-metode pemasaran terkini dan agresif.

KN MANAGEMENT adalah sebuah perusahaan yang menyediakan jasa pengelolaan hotel di Indonesia yang mengkhususkan pada hotel-hotel kecil menengah yang sebagian juga mengalami permasalahan-permasalah SDM seperti tersebut diatas dan beberapa hotel tersebut mengalami penurunan tingkat hunian kamar. Dengan pengalaman serta metode yang sudah kami jalankan dan terbukti effektif, KN MANAGEMENT siap membantu para pemilik hotel di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki permasalahan-permasalahan diatas agar dapat bersaing secara kompetitif.

 

Terima Kasih,

KN MANAGEMENT
Business Development: 0812-1364-3814

Advertisements

Operator Hotel, Menjaga Bisnis dan Asset Hotel Anda Tetap Baik

operator hotel

Dalam sebuah kunjungan singkat ke Kota Pekanbaru pada awal Januari 2016 ini, team kami sengaja memilih menginap di sebuah hotel independent berbintang 3 yang tidak di kelola oleh operator hotel manapun. Secara lokasi hotel ini cukup strategis karena berada di pusat keramaian Kota Pekanbaru. Apabila dilihat dari tampilan luar hotel ini cukup menarik.,yuuk kita teliti di dalamnya seperti apa…

1. Proses Check in 15 menit

Kami datang secara walk in sekitar pukul 18.00 dan kebetulan saat itu hotel sangat sepi, kok sepi ya.? seorang receptionist pria dengan menggunakan seragam berdasi (tanpa jas) menyambut kami dan menyatakan bahwa masih tersedia kamar type deluxe dan kami sepakat untuk mengambil kamar tersebut. Dalam pandangan kami receptionist tersebut tidak cukup professional untuk memproses registrasi hingga tuntas karena dibutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menyelesaikannya. hal ini tentu tidak akan terjadi jika hotel anda dikelola oleh operator.

2. Area Counter Front Office Berantakan

Area Lobby dan  front office sebagai area yang paling pertama dilihat oleh tamu dapat mencitrakan hotel ini secara keseluruhan. Area front office pada hotel tempat kami menginap ini banyak sekali bertebaran barang-barang pribadi milik karyawan hotel seperti helm, tas, jaket bahkan makanan yang belum habis. Sungguh suatu pemandangan yang tidak akan anda temukan di hotel jaringan atau hotel yang dikelola operator hotel.

3. Standing Astray, Lift & Koridor Sangat Kotor……

Baik standing astray yang diletakan di depan lift, kondisi di dalam lift serta koridor kamar tamu semuanya terkesan tidak pernah dibersihkan dan sangat kotor sejak kami check in sampai dengan kami sarapan pagi pada esok harinya. 3 potong  kertas sampah yang sejak pertama kali check in hingga pagi hari pukul 9 kami sarapan pagi di restoran, 3 potong kertas tersebut masih ada di dalam lift, begitu juga dengan kondisi standing astray blm dibersihkan sejak kemarin. Apakah hotel ini tidak memiliki Executive Housekeeper atau minimal supervisor yang berkeliling mengontrol kebersihan area hotel??

4. AC Kamar Dingin, selebihnya Sangat Kacau!

Begitu kami masuk kamar untuk pertama kali, AC dalam kondisi menyala sehingga begitu masuk terasa dingin. Wah hal ini membuat tamu akan merasa nyaman karena tidak perlu menunggu waktu untuk mendinginkan ruangan kamar.  Namun kami penasaran dengan kamar mandinya apakah bersih atau sebaliknya. Ketika kami memeriksa kamar mandi, semuanya sangat mengesankan “Yang Penting ada Kamar Mandi”. Baik wastafel, closed, area shower, shower curtain dll semuanya serba kotor dan berwarna kecoklatan tanda tidak pernah dibersihkan secara maksimal. Area lain di dalam kamar serba tidak terawat kebersihannya, sampai ketika kami membuka black out curtain ternyata berwarna kehitam-hitaman oleh debu yang menempel dalam waktu lama dan tidak dibersihkan. Kami kembali bertanya dalam hati apakah hotel ini tidak memiliki Executive Housekeeper?  Kondisi kamar seperti itu tentu tidak akan terjadi pada hotel yang pengelolaannya diserahkan kepada operator hotel karena akan terus dilakukan pengawasan dari pusat maupun oleh mystery guest

5. Malam Hari Karyawan Bergerombol di Lobby Resto dengan Suara Musik yang Keras

Adanya suara musik dengan suara yang keras di lobby untuk hotel entertainment tentu bukan suatu masalah, namun hotel tersebut bukanlah hotel entertainment namun hotel bisnis. Meskipun waktu itu sudah menunjukan pukul 00.00, namun tingkah laku para karyawan dengan bergerombol di lobby resto, menggelapkan lampu utama lobby serta mengeraskan suara musik mengesankan sikap tidak professional dari para karyawan tersebut. semua terkesan masa bodo dan tidak peduli dengan penilaian para tamu. Hal ini tentu sangat disayangkan karena dapat memberikan citra buruk bagi hotel tersebut, bagi pemilik hotel tersebut atau bagi Manajemen hotel tersebut.

Kami datang sebagai tamu biasa dan tidak secara khusus melakukan inspeksi terhadap berbagai hal di hotel tersebut,  yang kami kemukakan diatas adalah murni apa yang kami lihat secara sambil lalu. Bagaimana jika kami betul-betul melakukan inspeksi terhadap semua aspek produk dan pelayanan dari hotel tersebut?dalam pandangan kami, hotel ini seolah tidak memiliki pengarahan dan pengawasan dari atas seperti Pemilik, Manager Hotel maupun Department Head. Apabila hal ini terus berlanjut maka tentu tidak baik untuk bisnis hotel tersebut karena tidak terawatnya asset hotel akan menimbulkan kekecewaan bagi para tamu dan mereka tidak akan kembali lagi ke hotel anda sehingga secara  jangka panjang bisnisnya akan tidak baik.

Salah satu fungsi adanya operator hotel adalah adanya arahan dan pengawasan terhadap kualitas produk dan pelayanan hotel sehingga pada umumnya hotel-hotel yang dikelola oleh operator tertentu selalu terjaga kebersihannya, terjaga sikap professionalisme karyawannya, terawat assetnya serta terjaga bisnisnya. Terlebih ditengah kompetisi hotel yang semakin ketat, maka kualitas produk dan pelayanan menjadi hal paling utama yang harus diperhatikan oleh pemilik hotel maupun Manager Hotel.

 

Sekian & terima kasih.

 

Salam,

Rohayadi Supriyatno
081213643814